Pengaruh Nilai Spesifik Konsumsi Bahan Bakar (SFC) Terhadap Jumlah Pemakaian Batubara Di PT Bukit Energi Servis Terpadu PLTU Peltar 2x8 MW

  • Ambar Pambudi
  • Irza Sukmana
  • Yudi Risano
DOI: https://doi.org/10.23960/jpi.v4n2.109
Abstract Views (Last 12 Months)
1044 Abstract Views
1719 Downloads

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) merupakan mesin konversi energi yang mengubah
energi kimia dalam bahan bakar menjadi energi listrik. Bentuk utama dari pembangkit listrik
jenis ini adalah Generator yang dihubungkan ke turbin yang digerakkan oleh tenaga kinetik
dari uap panas / kering. PLTU menggunakan fluida kerja air uap yang bersirkulasi secara
tertutup. Siklus tertutup artinya menggunakan fluida yang sama secara berulang-ulang.
Penelitian mengenai Analisis Pengaruh Nilai Specific Fuel Consumption (SFC) Terhadap
Jumlah Pemakaian Batubara Di PT Bukit Energi Servis Terpadu PLTU Pelabuhan Tarahan
2x8 MW dapat dianalisa 5 parameter, nilai SFC Gross, nilai SFC Netto, Nilai GPHR (Gross
Plant Heat Rate), NPHR (Nett Plant Heat Rate) dan efisiensi Thermal. Nilai GPHR (Gross
Plant Heat Rate) dan NPHR (Nett Plant Heat Rate) dipengaruhi dari nilai kalori batubara,
dimana semakin besar kalori batubara maka semakin besar nilai GPHR atau nilai NPHR-nya.
Secara teoritis jumlah pemakaian batubara mempengaruhi nilai dari produksi generator dan
trafo, sedangkan faktanya yang terjadi di lapangan jumlah produksi generator dan trafo
ditentukan sesuai dengan kebutuhan suplai daya oleh konsumen. Standar Efisiensi Thermal
dari PLTU Pelabuhan Tarahan 2x8 MW sendiri adalah ≥ 24,69 %, sedangkan dari data
pembahasan yang sudah diperoleh tidak sesuai dengan ketetapan standar, yaitu ≤ 24,69 %

Downloads

Download data is not yet available.
Cover
Published
2023-12-02
How to Cite
Pambudi, A., Sukmana, I., & Risano, Y. (2023). Pengaruh Nilai Spesifik Konsumsi Bahan Bakar (SFC) Terhadap Jumlah Pemakaian Batubara Di PT Bukit Energi Servis Terpadu PLTU Peltar 2x8 MW. Jurnal Profesi Insinyur Universitas Lampung, 4(2), 133–142. https://doi.org/10.23960/jpi.v4n2.109

Most read articles by the same author(s)